Iklan

[LENGKAP] SEJARAH KITAB TAURAT

Kata taurat berasal dari bahasa Ibrani (thora: instruksi). Kitab Taurat adalah salah satu kitab suci yang diwahyukan Allah Swt. kepada Nabi Musa as. untuk menjadi petunjuk dan bimbingan baginya dan bagi Bani Israil.

Periode Musa dianggap sebagai periode terpenting dari periode-periode perkembangan agama yahudi. Periode ini adalah periode yan telah memberikan kepada agama yahudi kepada pilar-pilar dan dasar-dasar utamanya pada level akidah dan hukum serta pada level ibadah.

[LENGKAP] SEJARAH KITAB TAURAT

Pilar-pilar dan dasar ini berdasar kepada wahyu Tuhan sebagai sumber asasi bagi akidah dan syari’at. Pada saa itu jelaslah tanda-tanda keagamaan moralitas yang barangkali untuk pertama kalinya dalam sejarah agama yahudi. Sepeninggal Nabi Musa,  bani Israel melupakan Tuhannya-Yehovah kembali. 

Mereka mulai memuja patung anak lembu emas lagi yang mereka buat sendiri. Karena pelanggaran dan keingkaran ini mereka harus menanggung kepahitan hidup mengembara lagi selama 40 tahun di padang tandus. 

Pada waktu Samuel penyelewengan terhadap ibadah mulai bisa diatasi dan saat itu Yahudi menginginkaan seorang raja. untuk memipin mereka seperti bangsa-bangsa lain. 

Dan raja pertama adalah Saul, dan raja kedua adalah Daud di masa inilah Yahudi mencapai puncak kekuasaanya dan ajaran taurat bisa ditegakan kembali,pada masa Sulaiman di bangunnya Haikal di yerussalem sebagai tempat peribadatan seluruh negeri.

[LENGKAP] SEJARAH KITAB TAURAT

Setelah Sulaiman Israel pecah menjadi dua dan Israel kembali meyembah berhala lalu nabi Eliyah ada di antara mereka dan kembali mengingatkan mereka untuk menyembah tuhan dan diikiuti nabi Amos dan hosea.tahun 738 SM bangsa Assiria menyerang mereka dan menempatkan mereka dalam perbudakan dan kesengsaraan.

Tahun 586 SM Nebukadnezar raja Babilonia menyerang yerussalem dan menghancurkan kota itu sampai rata dengan tanah,kemudian semua pemimpin Yehuda dibuang ke Babilonia.Tahun-tahun berikutnya umat yahudi terpencar ke seluruh permukaan bumi.

Dan sudah mulai adanya penterjemahan taurat ke dalam bahasa asing yang pertama kali adalah bahasa jerman.Terjemahan ini dilengkapi dengan penjelasan-penjelasan dalam bahasa yahudi sendiri dan juga dibangun lembaga-lembaga pendidikan Yahudi Modern.

KEYAKINAN ATAS KEBERADAAN KITAB TAURAT 


Kitab Taurat merupakan kitab Allah Swt. yang wajib kita yakini yang diturunkan kepada Nabi Musa a.s. Lalu apakah kitab tersebut masih otentik atau orisinal sampai sekarang?

Syekh Thahir Al-Jazairi di dalam kitabnya Jawahirul Kalamiyah Fi Idhahil ‘Aqidah Al-Islamiyyah telah menerangkan sebagai berikut.


اعتقاد العلماء الأعلام أن التوراة الموجودة الآن قد لحقها التحريف. ومما يدل على ذلك أنه ليس فيها ذكر الجنة والنار وحال البعث والحشر والجزاء مع أن ذلك أهم ما يذكر فى الكتب الإلهية. ومما يدل أيضا على كونها محرفة ذكر وفاة موسى عليه السلام فيها فى الباب الأخير منها والحال أنه هو الذي أنزلت عليه.

Keyakinan ulama dunia bahwa Taurat yang ada sekarang telah ditemukan perubahan. Salah satu yang menunjukkan hal itu adalah di dalamnya tidak disebutkan surga, neraka, keadaan saat (hari) dibangkitkan, dikumpulkan (di Padang Mahsyar), serta hari pembalasan. 

Padahal itu semua merupakan hal yang paling penting disebutkan di dalam kitab-kitab ketuhanan. 

Dan perubahan juga ditunjukkan dengan disebutkannya wafatnya Nabi Musa a.s. di dalamnya yang terdapat di bab yang terakhir, padahal kitab Taurat itu diturunkan kepada Nabi Musa a.s.

Dengan demikian, maka kitab Taurat yang ada sekarang sudah mengalami perubahan-perubahan, alias tidak orisinal/asli lagi sebagaimana ketika diturunkan kepada Nabi Musa a.s. 

Bahkan ketidak orisinal ini pun sudah terdeteksi sejak zaman Nabi Muhammad saw. Hal ini pun telah dijelaskan oleh Allah Swt. di dalam ayat Al-Qur’an sebagai berikut.


فَبِمَا نَقْضِهِمْ مِيثَاقَهُمْ لَعَنَّاهُمْ وَجَعَلْنَا قُلُوبَهُمْ قَاسِي�

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel