[LENGKAP] Pengertian Tentang Hotel

Dilihat dari asal katanya, perkataan “hotel” berasal dari Bahasa latin “hospes” yang mempunyai perngertian untuk menunjukan orang asing yang menginap di rumah seseorang (teman, kenalan, ataupun musafir yang di hormati) Kemudian dalam perkembangannya kata hospes menjadi “hospes” dalam Bahasa Prancis, dan seterusnya menjadi “hoitel” dengan pengertian sebagai rumah penginapan.

[LENGKAP] Pengertian Tentang Hotel

Untuk mengetahui dan memahami pengertian hotel/ rumah penginapan di Indonesia, maka secara juridis formal bisa kita dapati dalam Undang Udang nomor 14 tahun 1974 junto Udang Udang nomor 20 tahun 1948 tentang Pajak Pembangunan I, dan Keputusan Menteri Parpostel Republik Indonesia nomor KM 94/ HK. 103/MPPT87 tentang Ketentuan Usaha dan pengolongan Hotel.

Menurut ketentuan dalam U.U.no. 14 TAHUN 1947: Rumah penginapan adalah usaha perusahaan yang menyewakan ruang penginapan untuk tamu, sedangkan menurut keputusan Menparpostel tersebut diatas, dikemukakan bahwa hotel adalah salah satu jenis akomodsi yang mempergunakan sebagian atau seluruh bangunan untuk menyewakan jasa pelayanan pnginapan, serta jasa lainnya yang dikelola secara komersial, serta memenuhi ketentuan persyaratan yang ditetapkan dalam keputusan ini.

Apabila dilihat perkembangan hotel dewasa ini, banyak terdapat penambahan fasilitas terutama dalam segi sport (olahraga), reaksi, pusat pemblajaan, serta fasilitas kemudahan lainnya. 

[LENGKAP] Pengertian Tentang Hotel

Dengan penyediaan serana tambahan ini harapkan para tamu / pengunjung yang datang ke hotel tersebut dapat memenuhi segala keperluannya secara mudah. Jadi dapat disimpulkan bahwa ruang lingkup kegiatan usaha perhotelan makin tumbuh dan berkembsng.

Dari pengertian tersebut, maka yang tidak termasuk dalam pengertian hotel adalah.
  • Losmen (hotel melati), Pondok wisata, Penginapan, dan perkemahan yang menurut peraturan perundang-undangan, kewenangan pengurusnya telah diserahkan kepada pemerintah daerahvtingkat I (Peraturan Pemerintahan Noomor 24 tahun 1979).
  • Bangunan instansi pemerintah maupun swasta yang digunakan sebagai tempat tinggal pegawai/karyawan.
  • Wisma instansi Pemerintah maupun swasta yang digunakan sebagai tempat peristirahatan pegawai/karyawan dan tidak untuk mencari keuntungan.
  • Asrama Haji, Asrama dan rumah pemondokkan bagi pelajar/mahasiswa. Kegiatan Usaha Perhotelan

Berpedoman pada pengertian hotel di atas dan ketentuan-ketentuan lainnya, maka pada dasarnya kegiatan usaha pokok dalam bidang perhotelan meliputi :
  • Bidang kegiantan pelayanan penginapan meliputi penyediaan akomodasi/kamar tidur dengan fasilitas lainnya.
  • Bidang kegiatan penyediaan dan pelayanan makanan dan minuman baik didalam maupun di luar area hotel.
Selanjutnya Usaha Penunjang mekiputi penyediaan jasa, pelayanan informasi, penitipan barang, binatu, olah raga, rekreasi dan hiburan.

Dengan berpedoman kepada kegiatan usaha pokok dan penunjang tersebut, maka penanganan usaha akomodasi (hotel) agar bisa lebih baik dan dapat meberiakan kepuasan kepada para tamu. 

Untuk kelancran tugas layanan tersebut, diperlukan organisasi yang menangani bidang-bidang tertentu seperti : Kantor Depan (Front Office), Tata Graha (Housekeeping), Tata Hidang (Food and Beverage Service), Tata Boga/Dapur ( Food Production/Kitchen), Akutansi dan lain-lainnya

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1