[LENGKAP] Pengertian Angin Lokal & Jenisnya

Angin lokal adalah jenisangin yang hanya berhembus di wilayah-wilayah dan waktu-waktu tertentu saja. Beberapa contoh angin jenis ini antara lain yaitu angin darat-angin laut, angin gunung-angin lembah, angin siklon-angin antisiklon dan angin fohn. 

1. Angin Darat dan Angin Laut 

Angin Darat dan Angin Laut

Angin darat dan angin laut bagi penduduk di pesisir pantai pasti tidak asing dengan adanya angin darat dan angin laut. Sering angin jenis ini digunakan oleh para nelayan tradisional untuk mengembangkan layar kapal guna mencari ikan. Angin darat bertiup dari daratan menuju laut sedangkan angin laut bergerak dari laut menuju darat. 

Kita semua tahu bahwa daratan merupakan benda padat, oleh karenanya daratan akan lebih mudah untuk menerima dan melepas energi panas. Nah, akibatnya jika hari telah malam, maka suhu daratan akan lebih dingin dari pada laut sehingga memiliki tekanan udara yang lebih besar. Hal ini mengakibatkan aliran angin berhembus dari daratan menuju lautan. Inilah yang dinamakan sebagai angin darat. 

Pada slang hari, daratan akan lebih cepat menerima energi panas dari pada laut sehingga tekanan di darat menjadi lebih rendah dari pada laut. Hal ini mengakibatkan munculnya aliran angin dari laut menuju daratan. Inilah yang dinamakan sebagai angin laut. 

2. Angin Gunung dan Angin Lembah

Angin Gunung dan Angin Lembah

Pada wilayah pegunungan terdapat pula angin lokal yaitu angin gunung dan lembah yang terjadi sebagai akibat perbedaan suhu antara kedua wilayah tersebut. Pada pagi sampai menjelang slang hari, bagian lereng atau punggung pegunungan lebih dutu disinari Matahari dibandingkan dengan wilayah lembah.

Akibatnya, wilayah lereng lebih cepat panas dan menjadi pusat tekanan rendah sedangkan suhu udara di daerah lembah masih relatif dingin sehingga menjadi pusat tekanan tinggi. Maka massa udara bergerak dari tembah ke lereng atau bagian punggung gunung massa udara yang bergerak ini disebut angin lembah. 

Pada malam hari, suhu udara di wilayah gunung sudah sedemikian rendah sehingga terjadi pengendapan massa udara padat dari wilayah gunung ke lembah yang masih relatif lebih hangat. Gerakan udara ini dikenal dengan angin gunung (Bambang Utoyo, 2006). 

3. Angin Sikton dan Angin Antisikton

Angin sikton adalah angin yang berputar dari daerah bertekanan maksimum ke daerah bertekanan minimum dengan arah ke dalam. Angin antisikton adatah angin yang berputar dari daerah bertekanan maksimum ke daerah bertekanan minimum dengan arah ke Luar. 

Angin Sikton dan Angin Antisikton

Garis-garis anak panah pada gambar di atas menunjukan arah angin. Yang perlu kita cermati yakni arah putaran anginnya, dimana pada bumi bagian utara arah angin sikion berputar berlawanan dengan arah jarum jam sedangkan angin antisikton berputar searah jarum jam.

Nah, sedangkan pada bumi bagian selatan putaran angin siktonnya akan searah dengan jarum jam sedangkan angin antisiklonnya berputar berlawanan dengan jarum jam. 

4. Angin Fohn


Angin fohn merupakan angin yang bergerak menuruni pegunungan. Selain pada umumnya bersifat membawa panas dan kering, angin ini juga terjadi dalam satu rangkaian dengan hujan orografik. 

Proses terjadinya angin fohn dimulai dengan gerakan massa udara dari wilayah pantai yang banyak mengandung uap air. Massa udara itu latu naik metalui tereng gunung. 

Oleh karena naik, maka suhunya menjadi menjadi semakin berkurang (Ingat: setiap naik ketinggian 100 m dari permukaan taut, maka suhu akan turun sekitar 0,6°C). 

Akibat terus-menerus terjadi penurunan suhu, pada ketinggian tertentu terjadilah proses kondensasi (pengembunan) dan terbentuk awan yang selanjutnya dijatuhkan sebagai hujan orografis di daerah tereng pegunungan yang menghadap pantai. 

Massa udara yang telah kering karena uap airnya telah dijatuhkan sebagai hujan ini terus bergerak menuruni tereng pegunungan yang membelakangi pantai (daerah bayangan hujan). Massa udara yang bergerak turun melintasi daerah bayangan hujan ini dinamakan origin fohn otau origin jotuh. 

Oleh karena gerakan angin terus turun dari ketinggian, maka suhu angin akan mengalami peningkatan. Hal inilah yang menyebabkan pada umumnya angin fohn bersifat panas dan kering.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1